Keinginan untuk memiliki pola hidup yang sehat, bisa dilakukan dengan memiliki kebiasaan makan yang tepat, salah satunya dengan menjalankan diet. Salah satu diet yang cukup popular di kalangan masyakarat adalah diet garam. Sayangnya mengurangi asupan garam atau hanya menggunakan produk berlabel low sodium secara berlebihan malah dapat memicu beberapa efek buruk bagi kesehatan.
Meningkatkan Gula Darah
Diet garam jadi salah satu pola makan yang dipilih, karena dipercaya mampu mengurangi risiko tekanan darah tinggi. Namun melakukannya tanpa cara yang tepat justru memicu gangguan kesehatan lainnya, seperti meningkatkan gula darah.
Beberapa penelitian menyebutkan hubungan diet rendah garam dengan peningkatan resistensi insulin, atau kurangnya respon sel tubuh terhadap hormon insulin. Akibat dari resistensi insulin ini adalah kadar gula dalam darah pun menjadi lebih tinggi dan dapat memicu diabetes atau penyakit jantung.
Meningkatkan Risiko Pemicu Serangan Jantung
Mengurangi asupan natrium dipercaya mampu menurunkan tekanan darah. Sayangnya, beberapa penelitian yang disebutkan dalam situs Healthline juga menemukan kalau diet garam yang berlebihan dapat meningkatkan risiko pemicu serangan jantung. World Health Organization (WHO) merekomendasikan asupan natrium tidak lebih dari 2400mg per hari atau setara dengan 6gram garam atau satu sendok teh garam.
Meningkatkan Kadar Kolesterol Jahat
Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk peningkatan LDL atau kolesterol jahat dalam darah. Beberapa penelitian seperti yang disebutkan dalam situs Healthline menemukan jika diet rendah garam memang dapat sedikit menurunkan tekanan darah, akan tetapi diet rendah garam juga dapat meningkatkan kenaikan LDL sampai dengan 4,6% dan trigliserida sampai dengan 5.9%. Peningkatan kadar kolestrol ini menjadi salah satu penyebab risiko serangan jantung.
Kekurangan Asupan Natrium dalam Darah
Pernah mengalami pusing, merasa linglung, otot lemah, dan kram? Walau mirip dengan gejala dehidrasi, bisa jadi kamu mengalami hyponatremia, atau kurangnya asupan natrium dalam darah. Sering diderita orang dewasa atau lanjut usia, bahkan atlet pun berisiko tinggi mengalaminya akibat terlalu banyak minum air dan gagal menggantikan natrium yang hilang melalui keringat. Mengurangi konsumsi garam melalui diet garam yang berlebihan meningkatkan risiko mengalami kondisi hyponatremia.
Sejauh ini belum ada bukti lengkap yang menyebutkan jika diet garam yang berlebihan punya manfaat baik bagi kesehatan. Diet garam baik dilakukan untuk penderita tekanan darah tinggi ataupun bagi yang sudah mendapat persetujuan dari dokter. Namun untuk orang yang sehat, diet garam tidak dianjurkan. Keinginan untuk menjaga kesehatan dapat dimulai dengan mengubah pola makan yaitu mengkonsumsi makanan sehat yang tetap mengandung garam, hanya saja batasi konsumsi garam harian. Bukan hanya bikin rasanya lebih lezat, tapi juga lebih aman bagi kesehatan. Pilih yang pasti, Garam Dolpin, garam sehat keluarga.
Bagikan artikel ini!